Kesalahan yang terjadi pada marketing online
admin 0 Comments

Kesalahan yang Sering Terjadi pada Marketing Online

Hampir semua hal dalam bisnis dapat dilakukan dengan teknologi informasi yang cepat dan dapat diandalkan. Dimulai dengan riset produk dan diakhiri dengan produksi yang menggunakan teknologi terkemuka. Sampai saat ini, pemasaran produk mengandalkan teknologi informasi yang umumnya dikenal dengan marketing online. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin memasuki dunia bisnis online harus mahir dalam memanfaatkan teknologi, khususnya teknologi informasi.

Dalam hal digital marketing, menggunakan metode ini bisa memberi Anda keuntungan saat menjalankan perusahaan. Tentu saja, dengan mempraktikkan pemasaran online, Anda akan dapat menghemat waktu dan tenaga, sehingga Anda dapat mencapai semua yang diperlukan untuk merangsang pertumbuhan bisnis dengan sukses dan efisien. Meski metode ini memiliki semua kelebihan tersebut, pemasaran online memerlukan pendekatan yang matang.

Anda tidak bisa begitu saja memposting barang Anda di medsos. Karena jika Anda mengambil langkah gegabah, kesuksesan bisnis yang Anda cari akan semakin jauh. Berikut beberapa kesalahan dalam marketing online yang harus Anda hindari:

Tujuan Tidak Jelas

Anda harus memiliki tujuan yang pasti saat mengembangkan pemasaran secara online. Bukan hanya membuat akun media sosial sembarangan untuk mempublikasikan barang Anda dalam jumlah banyak, tetapi juga tidak memperhatikan kualitas. Jika Anda yakin bahwa karena banyaknya akun yang menjual produk Anda, produk tersebut akan mendapatkan perhatian dan popularitas publik, mungkin ada baiknya untuk memperbaiki anggapan tersebut.

Tujuan pemasaran Anda harus jelas dan dipahami oleh pasar yang dituju agar segmen yang dituju dapat melakukan penetrasi secara efektif. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan kelompok sasaran, mendeteksi masalah pemasaran, dan menyampaikan paparan produk.

baca juga : Strategi untuk B2B Marketing Digital yang Efektif

Pendekatan Pemasaran yang Tidak Efektif

Setiap calon pelanggan akan melalui tiga langkah ketika memutuskan produk mana yang akan dibeli: memiliki kebutuhan akan sesuatu, menilai jawaban terbaik, dan mengambil keputusan berdasarkan kebutuhannya. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus bisa mendampingi calon pembeli melalui ketiga tahapan tersebut. Anda harus memberikan saran mengenai apa yang diinginkan calon pembeli, kemudian memberikan pertimbangan terbaik dalam memenuhi persyaratan tersebut, dan memberikan referensi dalam memilih pada calon pembeli.

Kurang Peka terhadap Isu

Teknologi informasi memungkinkan akses real-time terhadap berita global, sehingga menjadi penting untuk peka terhadap isu-isu dalam pemasaran online. Berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan bisnis dapat menurunkan kualitas produk dan berdampak pada dinamika komunitas. Pemasaran harus selaras dengan suasana lokal, menghindari narasi yang dianggap SARA oleh komunitas tertentu, meskipun narasi tersebut diterima oleh komunitas lain.

Penawaran Buruk

Dalam hal pemasaran, khususnya pemasaran online, insentif yang menarik mungkin dapat menggugah rasa ingin tahu calon pembeli. Konsumen akan mendapatkan nilai dari penawaran terbaik. Misalnya menjual pembelian produk secara bundel agar lebih hemat biaya, atau memberikan promosi produk gratis dengan batasan dan batasan tertentu.

Hal ini mungkin menjadi kebutuhan pokok Anda saat menjalankan perusahaan. Selain itu, barang-barang yang lebih sulit dijual mungkin mendapat manfaat dari promosi ini.

Kurang Memperhatikan Konsumen

Marketing online sangat penting bagi bisnis karena berdampak langsung pada pembeli. Untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, bisnis harus memberikan pelayanan prima, baik dalam bidang penjualan maupun contact person. Komunikasi antara penjual dan konsumen harus beragam, mulai dari pertanyaan produk hingga saran. Menghindari kesalahan pemasaran online dan memiliki tim untuk menganalisisnya dapat menghemat biaya dan meningkatkan pengalaman belajar.

Leave a Comment

Open chat
1
Hello sahabat Widi 👋
Apakah ada yang bisa kami bantu?